Kebijakan Halal MUI

with No Comments

Majelis Ulama Indonesia

Adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, zuama, dan cendikiawan islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat islam di indonesia. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada 17 Rajab 1395 Hijriah atau 26 Juli 1975 Masehi di Jakarta, Indonesia. Sesuai dengan tugasnya, MUI membantu pemerintah dalam melakukan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat Islam, seperti mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam, dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seorang muslim dengan lingkungannya.

1. Persyaratan Sertifikasi Halal MUI

HAS 23000 adalah dokumen yang berisi persyaratan sertifikasi halal LPPOM MUI. HAS 23000 terdiri dari 2 bagian, yaitu Bagian I tentang Persyaratan Sertifikasi Halal : Kriteria Sistem Jaminan Halal (HAS 23000:1) dan Bagian (II) tentang Persyaratan Sertifikasi Halal : Kebijakan dan Prosedur (HAS 23000:2).

Bagi perusahaan yang ingin mendaftarkan sertifikasi halal ke LPPOM MUI, baik industri pengolahan (pangan, obat, kosmetika), Rumah Potong Hewan (RPH), restoran, katering, dapur, maka harus memenuhi persyaratan sertifikasi halal yang tertuang dalam dokumen HAS 23000. Berikut adalah ringkasan dari dokumen HAS 23000 :

2. KRITERIA SISTEM JAMINAN HALAL (SJH)

1. Kebijakan Halal.

Kebijakan halal ini merupakan kebijakan tertulis sebagai upaya untuk menunjukkan komitmen untuk memproduksi produk halal secara konsisten. Menurut Pre, kebijakan halal ini perlu disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan perusahaan, termasuk kepada supplier material terkait.

2. Tim Manajemen Halal.

Tim ini memiliki kewenangan untuk menyusun, mengelola dan mengevaluasi SJH yang terdiri dari semua yang terlibat dalam aktivitas kritis. “Kadang-kadang kalau yang auditnya itu kompetensinya sama, basik-nya lebih gampang. Kalau misalnya farmasi, yang auditnya itu adalah apoteker, biasanya komunikasinya lebih gampang karena dia tahu. Tetapi kalau auditnya sama sekali orang yang tidak paham ini, bisa panjang,” ujar Pre.

3. Training dan Edukasi.

Pre menyampaikan bahwa training atau pelatihan yang dilakukan bisa meliputi pembuatan SOP (Standard Operating Procedure) pelatihan SJH mencakup evaluasi kelulusan, kemudian training eksternal ke LPPOM MUI untuk perwakilan Tim Manajemen Halal, kemudian training internal untuk semua personil yang terlibat dalam implementasi SJH, serta edukasi terkait SJH yang berkaitan dengan perusahaan.

4. Bahan yang perlu dilengkapi dengan dokumen pendukung.

seperti: Sertifikat halal (jika ada, yang dikeluarkan oleh LLPOM MUI atau Lembaga yang diakui oleh LPPOM MUI), Diagram alur proses, Statement of Pork Free Facility dari Produsennya, Spesifikasi, MSDS, CoA. Setelah itu, dibuat daftar bahan halal yang disetujui LPPOM MUI kemudian didistribusikan ke seluruh bagian terkait. “Bahan itu bukan hanya bahan aktif ya, termasuk bahan pengisi segala macam,” ujarnya.

5. Produk.

Produk yang dibuat jangan sampai menggunakan nama pada sesuatu yang diharamkan atau ibadah yang tidak sesuai dengan syariat Islam. “Hati-hati kalau kita bikin nama itu ternyata kalau namanya yang agak-agak melanggar syariah itu biasanya dipermasalahkan. Kemudian yang penting juga, kalau kecenderungan atau rasanya macam vodka, rum, atau semacam itu maka itu biasanya menjadi masalah,” ujarnya.

6. Fasilitas Produksi.

Menurut Pre, ruang penyimpanan bahan baku dengan ruang pencucian perlu dipisah. Selain itu, ruang sampling untuk material yang berasal dari hewan dan non hewan juga perlu dipisah. “Ini semua mintanya terpisah sampai dengan pengemasan primer. Kalau setelah pengemasan primer tidak harus terpisah. Nah ini yang menjadi challenge,” ujarnya.

7. Prosedur Tertulis untuk Aktifitas Kritis.

Prosedur ini mencakup pembelian bahan, formulasi produk, pemeriksaan bahan datang, pencucian fasilitas dan peralatan, produksi, penyimpanan dan penanganan bahan atau produk, serta seleksi bahan. “Ini yang menjadi kunci adalah pembelian bahan. Jadi jangan sampai bahan yang dibeli itu sertifikat halalnya lewat. Atau kadang-kadang begini. Kita punya dua supplier, yang satu sudah halal, yang satu belum. Nah, ini yang menjadi concern,” ujarnya dalam workshop yang digelar oleh Policy Research Analysis and Business Strategy (PRABU) pada Rabu (25/10) di Jakarta.

8. Kemampuan Telusur (Traceability).

Ketelusuran produk diawali dengan membuat prosedur kemampuan telusur halal, kemudian pengaturan pencatatan penggunaan bahan dan fasilitas produksi, serta mempersiapkan retained sample bahan dan produk jadi. Bukti ketertelusuran itu perlu disimpan. “Saya rasa bagaimana ketelusuran produk itu harusnya tidak menjadi masalah,” ujarnya.

9. Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria.

Terhadap produk yang tidak memenuhi kriteria, Pre mengatakan perlu dibuat prosedur penanganan serta definisi yang tepat mengenai produk yang tidak memenuhi kriteria termasuk cara penanganannya. “Ini menjadi satu yang sangat-sangat sensitif pada saat terjadi non conformance. Usahakan non conformance, kalaupun ada kalau bisa dicegah. Itu kita halangi, jangan sampai keluar ke pasar. Jadi yang paling penting itu tadi, pencegahan yang namanya bahan bakunya benar atau tidak. Ini yang paling penting dan ini harus satu-satunya jalan yang kita bisa lakukan,” ujarnya.

10. Internal Audit.

Di antara hal-hal yang perlu dilakukan adalah dengan membuat prosedur dan checklist audit yang dilakukan setiap enam bulan sekali. Kemudian hasil audit tersebut disampaikan ke LPPOM MUI melalui CEROL serta tim manajemen halal, auditor, auditee, dan manajemen. “Internal kita melakukan itu bahwa ini sudah benar atau tidak karena itu tadi, resikonya terlalu besar kalau itu sampai lepas ke pasar,” ujarnya.

11. Management Review yang pelaksanaannya dapat diintegrasikan dengan sistem lain.

Management Review ini dapat dilakukan setiap bulan dengan dihadiri oleh Top Management, kemudian hasilnya disampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk semua aktivitas. “Tetapi yang terakhir ini mungkin sudah tidak valid lagi, ini akan berubah dengan prosedur yang lama,” ujarnya.

3. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR SERTIFIKASI HALAL

Kebijakan dan prosedur harus dipenuhi oleh perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal. Penjelasan mengenai kriteria SJH dapat dilihat pada dokumen HAS 23000:2 Persyaratan Sertifikasi Halal: Kebijakan dan Prosedur.

Berikut Proses sertifikasi halal dalam bentuk diagram alir :

Secara Umum Prosedur Sertifikasi Halal adalah sebagai berikut :

A) Perusahaan yang mengajukan sertifikasi, baik pendaftaran baru, pengembangan (produk/fasilitas) dan perpanjangan, dapat melakukan pendaftaran secara online. melalui website LPPOM MUI (www.halalmui.org) atau langsung ke website : www.e-lppommui.org.

B) Mengisi data pendaftaran : status sertifikasi (baru/pengembangan/perpanjangan), data Sertifikat halal, status SJH (jika ada) dan kelompok produk.

C) Membayar biaya pendaftaran dan biaya akad sertifikasi halal melalui Bendahara LPPOM MUI di email : bendaharalppom@halalmui.org

Komponen biaya akad sertifikasi halal mencakup :

– Honor audit

– Biaya sertifikat halal

– Biaya penilaian implementasi SJH

– Biaya publikasi majalah Jurnal Halal

– Biaya tersebut diluar transportasi dan akomodasi yang ditanggung perusahaan

D) Mengisi dokumen yang dipersyaratkan dalam proses pendaftaran sesuai dengan status pendaftaran (baru/pengembangan/perpanjangan) dan proses bisnis (industri pengolahan, RPH, restoran, dan industri jasa), diantaranya : Manual SJH, Diagram alir proses produksi, data pabrik, data produk, data bahan dan dokumen bahan yang digunakan, serta data matrix produk.

E) Setelah selesai mengisi dokumen yang dipersyaratkan, maka tahap selanjutnya sesuai dengan diagram alir proses sertifikasi halal seperti diatas yaitu pemeriksaan kecukupan dokumen —– Penerbitan Sertifikat Halal.

4. Pembiayaan Sertifikat

level A

Industri Besar

Biaya Sertifikat Rp.2.000.000 s/d Rp.3.500.000

diluar Biaya :

– Auditor

– Registrasi

– Majalah Jurnal

– Biaya Pelatihan

Level B

Industri Kecil

Biaya Sertifikat Rp.1.500.000 s/d 2.000.000

di Luar Biaya :

– Auditor

– Registrasi

– Majalah Jurnal

– Biaya Pelatihan SJH

Level C

Industri Mikro/Rumah Tangga

Biaya Sertifikat Rp.1.000.000

di luar Biaya :

– Auditor

– Registrasi

– Majalah Jurnal

– Biaya Pelatihan

Note :

1.Kategori/level Pembiayaan Sertifikat Berdasarkan :

* Jumlah Karyawan

– Level A Jumlah Karyawan diatas 20 Orang

– Level B Jumlah karyawan antara 10-20 Orang

– Level C Jumlah Karyawan Kurang dari 10. 0rang

* Kapasitas Produksi

* Omset Perusahaan

2.Jika Perusahaan Mempunyai Outlet,akan dikenakan Biaya tambahan Rp.200.000/Outlet

3.Jika ada Penambahan Produk/Pengembangan Usaha,akan dikenakan Biaya Tambahan :

.level A : Rp.150.000/Produk

Level B : Rp.100.000/Produk

Level C : Rp. 50.000/Produk

4.Seluruh Pembiayaan Sertifikat di Transfer ke Rekening :

Bank Syariah Mandiri

LP POM MUI KEPRI

7031111007

Penetapan Pembiayaan ini berpedoman pada SK 02/Dir LPPOMMUI/I/13

Pelatihan.

Pelatihan SJH di wajibkan bagi Perusahaan baik yang mengurus baru maupun yang perpanjang.pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan biaya :

1.Perusahaan : Rp.1.200.000/Orang

2.UKM : Rp. 500.000/Orang

3.Bagi Usaha Kecil/ Industri rumah tangga yang tidak mampu untuk pembiayaan. LP POM MUI Mempunyai kebijakan tersendiri untuk subsidi Pembiayaan Ketentuan ini dilaksanakan dengan syarat tertentu yang di tetapkan LP POM MUI KeprI.

Sertifikat online

Sertifikat online adalah cara yang bagus bagi siswa untuk meningkatkan pendidikan mereka. Setiap tahun, ribuan siswa memilih untuk mengikuti jenis program ini, yang mungkin tersedia dalam berbagai bidang yang berbeda.

Jenis program ini memungkinkan siswa mendapatkan kualifikasi di bidang tertentu tanpa menghabiskan waktu yang dibutuhkan untuk gelar tradisional. Sertifikat sering dapat diselesaikan dalam beberapa bulan dan menawarkan kesempatan untuk belajar keterampilan baru atau membangun pemahaman. Sertifikat online dapat membantu siswa belajar kapanpun mereka memiliki waktu luang dengan menawarkan kursus, tugas membaca, dan materi pendidikan lainnya melalui Internet. Hal ini menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang ingin belajar di luar kelas fisik.

Cara Cek Kode Halal MUI

Caranya yaitu buka saja alamat situshttp://e-lppommui.org, kemudian masukkan pencarian dengan pilihan, nomor sertifikasi, nama produk atau merek dan nama produsen. Masukkan saja dan klik tombol “search”, dan akan tampil hasil pencarian, atau download aplikasi ”Halal MUI” yang bisa di download di google playstore.

Manfaat mengecek kehalalan asupan pangan

Apakah Anda ragu dengan suatu produk usaha yang belum Anda tahu kejelasannya? Di era perdagangan bebas ini, sudah banyak sekali produk-produk luar yang tengah masuk ke Indonesia entah itu melewati distributor resmi maupun non-resmi. Ini merupakan sebuah peringatan, terutama bagi Anda yang beragama Muslim karena sebuah kehalalan bagi Anda adalah hal penting dan wajib diperhatikan

.

Untuk mempermudah produsen maupun konsumen, MUI telah membuat situs sendiri khusus untuk Anda yang ingin mengecek status kehalalan sebuah produk ataupun keaslian sertifikat halal-nya ke website www.halalmui.org. Dalam website ini, Anda akan bisa mencari produk sesuai dengan nama produknya, nama produsen, sampai nomor sertifikat produk yang ingin Anda cari.

Selain bisa mencari tentang status kehalalannya, Anda juga dapat membuat hard copydengan mencetak hasil pencarian Anda. Tidak hanya itu saja, Anda juga dapat mencetak seluruh produk yang sudah berstatus halal di website tersebut dengan mengunduh PDF tentang “Daftar Belanja Produk Halal” yang paling terbaru.

Syarat Makanan Halal

Makanan atau minuman yang halal meliputi 3 hal diantaranya:

  1. Halal berdasarkan zat-nya. Artinya barang tersebut memang tidak dilarang dalam hukum syara’. Contohnya adalah nasi, daging sapi, ikan, susu dan telur.
  2. Halal cara mendapatkannya. Bukan hasil mencuri, korupsi, menipu dan lain-lain.
  3. Halal cara memprosesnya/mengolahnya. Binatang yang akan disembelih tidak boleh disakiti, harus menggunakan alat pemotong yang benar-benar tajam. Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin sangat memperhatikan hal ini. Ada adab-adab khusus dalam islam mengenai prosesi penyembelihan maupun pengolahannya secara baik dan benar.

 

Ciri-ciri makanan halal :

  • Semua makanan yang baik, tidak kotor dan tidak menjijikan.
  • Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
  • Semua makanan yang tidak memberi mudharat, tidak membahayakan kesehatan jasmani dan tidak merusak akal, moral, dan aqidah.
  • Binatang yang tidak diharamkan dalam al-Quran dan hadis.
  • Binatang yang disembelih dengan nama ALLAH SWT.
  • Makanan yang bersih.
  • Tumbuh-tumbuhan (Buah dan sayur).

Ciri-ciri minuman halal :

  • Semua minuman yang baik, tidak kotor dan tidak menjijikan.
  • Semua minuman yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
  • semua minuman yang tidak memberi mudharat, tidak membahayakan kesehatan jasmani dan tidak merusak akal, moral, dan aqidah.

Cek Kehalalan melalui Aplikasi “Halal MUI”

Sebagai salah satu solusi untuk mempermudah Anda, MUI juga mengeluarkan Aplikasi “Halal MUI” yang bisa Anda unduh di Google Play Store untuk smartphone versi Android.

Pada aplikasi “Halal MUI” ini, Anda akan mendapatkan informasi-informasi penting seperti:

  • Pencarian Produk Halal sesuai dengan nama produk, nama produsen, nomor sertifikat atau produk barcode dengan menggunakan kamera sebagai alat pemindainya,
  • Daftar produk-produk Halal terlengkap dari MUI,
  • Informasi aktifitas terbaru LPPOM MUI,
  • Registrasi CEROL untuk Anda yang ingin mengajukan permohonan Sertifikasi Halal MUI.

Cek Kehalalan melalui Call Center LPPOM MUI

Apakah Anda kesulitan mengakses website atau mengunduh aplikasi “Halal MUI”? Tenang saja, LPPOM MUI juga menyediakan layanan Call Center dengan menghubungi 14056 untuk mengetahui tentang produk halal serta cara melakukan sertifikasi halal.

Bagaimana? Mudah bukan cara cek produk dan sertifikat halal MUI? Setiap produk halal yang sudah diterima maupun yang terindikasi tidak halal pasti terdaftar pada LPPOM MUI. Untuk itu, jika Anda menemukan produk yang belum mempunyai logo halal dan belum terdaftar pada daftar produk halal dari LPPOM MUI mungkin saja produk itu belum mengadakan sertifikasi untuk produknya.

Hotel Besertifikat Halal di Bali

  • Wina Holiday Villa
  • Rhadana Kuta
  • Grand Zuri Hotels
  • Plagoo Holiday Hotel
  • Aston Despansar
  • Grand Santhi Hotel
  • The Harmony Legian Hotel
  • Hotel Bali dan Spa, Kuta
  • Bhuwana Ubud Hotel
  • Hotel Despansar

Olimpiade Halal MUI

 

Kini OLIMPIADE HALAL sudah memasuki tahunnya yang kelima. Antusiasme dari kakak angkatan dan teman-teman yang telah lulus dan mengikuti OLIMPIADE HALAL di tahun-tahun sebelumnya, terus meningkat. Selama empat tahun penyelenggaraan, ada 28.192 siswa SMU/sederajat dari seluruh provinsi di Indonesia dan 6 negara lainnya.

Ketentuan Lomba

Peserta

Peserta adalah siswa yang tercatat sebagai siswa SMU/sederajat yang berada di wilayah Republik Indonesia dan luar negeri. Peserta dapat mengikuti atas nama pribadi atau perwakilan sekolah. Setiap sekolah dapat mengikutsertakan siswa/siswinya yang berminat untuk mengikuti Olimpiade Halal ini (jumlah tidak dibatasi).

Materi Lomba

• Pengetahuan tentang halal dan haram sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist.
• Prosedur Sertifikasi Halal dan Sistem Jaminan Halal (dapat diunduh di H@LO LPPOM MUI) dan aplikasi Halalstyle di Playstore Android.
• Pengetahuan studi Islam.
• Pengetahuan umum.

Pendaftaran Peserta

Pendaftaran dilakukan mulai tanggal 9 Juli s.d. 26 Oktober 2018, dilakukan secara online melalui www.halolppommui.org. Setiap peserta tidak dikenakan biaya.

Sistem Pelaksanaan Lomba

1. Pendaftaran dan pengunduhan materi dilakukan secara online melalui H@LO LPPOM MUI, mulai tanggal 9 Juli s.d. 26 Oktober 2018.
2. Ujian dilaksanakan secara online. Dapat ditempuh di tempat masing-masing atau dilakukan secara terpusat di beberapa kota besar.
a. DKI Jakarta, Gedung SMESCO, Jakarta
b. Riau, MAN 2 Modern Pekanbaru
c. Jawa Timur, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
3. Masing-masing peserta mengerjakan soal yang disediakan oleh LPPOM MUI melalui H@LO LPPOM MUI sesuai dengan gelombang ujian yang telah dipilih.
4. Pengawasan dilakukan oleh pihak sekolah yang berkoordinasi dengan LPPOM MUI Provinsi.
5. Bagi peserta yang dinyatakan lulus Olimpiade Halal, akan mendapatkan sertifikat kelulusan yang dapat diunduh di H@LO LPPOM MUI dan aplikasi Halalstyle di Playstore Android.
6. Finalis akan diumumkan pada bulan Desember 2018 melalui website LPPOM MUI: www.halalmui.org atau di www.halolppommui.org dan aplikasi Halalstyle di Playstore Android.
7. Pelaksanaan final akan diselenggarakan secara serentak pada 15 desember 2018 menggunakan H@LO LPPOM MUI
8. Penyerahan hadiah pemenang akan dilaksanakan bertepatan dengan MILAD LPPOM MUI ke 30 di Jakarta

Gelombang Babak Penyisihan

Gelombang 1: Sabtu, 15 September 2018 pukul 09.30-10.30 WIB
Gelombang 2: Sabtu, 15 September 2018 pukul 13.30-14.30 WIB
Gelombang 3: Kamis, 27 September 2018 pukul 09.30-10.30 WIB
Gelombang 4: Kamis, 27 September 2018 pukul 11.00-12.00 WIB
Gelombang 5: Kamis, 27 September 2018 pukul 13.30-14.30 WIB
Gelombang 6: Kamis, 27 September 2018 pukul 15.30-16.30 WIB
Gelombang 7: Sabtu, 29 September 2018 pukul 09.30-10.30 WIB
Gelombang 8: Sabtu, 29 September 2018 pukul 13.30-10.30 WIB
Gelombang 9: Sabtu, 13 Oktober 2018 pukul 09.30-10.30 WIB
Gelombang 10: Sabtu, 13 Oktober 2018 pukul 13.30-14.30 WIB
Gelombang 11: Sabtu, 27 Oktober 2018 pukul 09.30-10.30 WIB
Gelombang 12: Sabtu, 27 Oktober 2018 pukul 13.30-10.30 WIB
Gelombang 13: Jum’at, 2 November 2018 pukul 09.30-10.30 WIB

Dewan Juri

Dewan juri terdiri atas ahli-ahli bidang Pangan, Obat, Kosmetika, Kimia, Mikrobiologi dan Studi Agama Islam, Sertifikasi dan Sistem Jaminan Halal serta Teknologi Informasi dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia.

Hadiah Pemenang

Trophy, Sertifikat dan Tabungan Pendidikan sejumlah:
Juara I : Rp.10.000.000,- dan Umroh
Juara II : Rp. 8.000.000 dan Notebook
Juara III : Rp. 6.000.000 dan Notebook
Juara Harapan I : Rp. 5.000.000,- dan Handphone
Juara Harapan II : Rp. 3.500.000,- dan Handphone
Juara Harapan III : Rp. 2.500.000,- dan Handphone

Daftar Restoran Halal

  • Pizza Hut
  • Texas Fried Chicken
  • California Fried Chicken
  • KFC
  • Dunkin Donuts
  • Solaria
  • Hoka-Hoka Bento
  • Bebek Kaleyo
  • A&W
  • Sushi Bar
  • Mc.Donalds
  • Roti Boy
  • Starbucks, dan
  • Roti O
  • Yoshinoya

Sebenarnya untuk pengecekan halal Anda bisa langsung mengeceknya sendiri di website halalmui.org  caranya tinggal masukan nama produk atau nama restoran yang ingin Anda cek. Nanti akan muncul list daftar lengkap dengan nomor sertifikat dan tanggal masa berlakunya.

Tentu secara tidak langsung pencantuman logo halal pada produk ataupun restoran-restoran merupakan poin plus tersendiri bagi mereka pelaku usaha, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Jadi tidak heran jika pemerintah pun mulai mencanangkan Indonesia sebagai negara dengan wisata halal terbaik di dunia.

Daftar Restoran belum Bersertifikat Halal

  • J-Co Donuts
  • Bread Talk Roti
  • Roti Boy
  • Papa Rons Pizza
  • Izzi Pizza
  • Baskin ‘n Robbins
  • Richeese Keju
  • Coffee Bean
  • Dapur Coklat
  • Starbucks Coffee
  • Solaria
  • Hanamasa
  • Rice Bowl
  • Ded Bean
  • Burger King

Semuanya (15 produk tersebut, red) BELUM BER-SERTIFIKAT HALAL sehingga MUI tidak menjamin .

Namun, tidak otomatis semua produk tersebut pasti haram.

Daftar Makanan Import bersertifikat Halal

  • Samyang
  • Figo Japanese Dumpling
  • Kitkat
  • Cadbury
  • Naraya Oat Choco
  • Marshmallow
  • Belvita
  • Snickers

Kosmetik bersertifikat Halal

Halal Corner juga menyampaikan bahwa daftar kosmetik halal yang dibuat ini sifatnya tidak permanen atau selamanya, melainkan akan terus berubah sesuai data terbaru dari LPPOM MUI. Semoga daftar kosmetik halal ini bisa mempermudah masyarakat untuk memilih membeli produk kosmetik bersertifikasi halal MUI.

Apabila ada produk yang tidak ada di list ini bukan berarti produk tersebut memiliki status haram, melainkan statusnya menjadi syubhat. Sehingga diharapkan agar lebih teliti ketika akan membeli.

Berikut daftarnya :